
Uporia Piala Dunia 2014 di Brasil saat ini sangat terasa diberbagai penjuru dunia.Dari mulai maniak sepakbola sampai yang tidak suka sepakbolapun begitu antusias menyambut hari-H piala dunia ini. Perekonomian dunia pun ikut menggeliat dengan adanya Piala Dunia ini.
Namun kondisi di Indonesia agak berbeda dengan negara lain. Gaung piala dunia terasa kalah pamor dengan hiruk pikuk politik menjelang pemilihan Presiden ke-6. Dari mulai politisi, pengamat politik, ekonom, dosen, artis, bahkan rakyat yang tidak tau politik pun sibuk memperbincangkan calon pemimpin negeri ini.
Genderang perang pilpres telah dimulai, bahkan jauh sebelum kedua pasang capres-cawapres mendaftarkan diri ke KPU. Tidak tanggung-tangung, kampanye hitam sangat menggoda untuk dilakukan. Karena tanpa mengetahui kejelekan lawan akan sulit rasanya memenangkan pilpres ini, walaupun tak jarang disangkalnya.
Yang palig lucu adalah ketika yang bertarung justru bukan capres-cawapresnya, melainkan para pendukungnya. Salahsatu pendukung fanatik capres-cawapres adalah stasiun televisi. Media elektronik ini sibuk memperbaiki citra capres-cawapres dukungannya, sekaligus sibuk menjatuhkan citra lawannya. Tiap stasiun televisi menampilkan berita-berita yang jauh dari netralisme dan kode etik jurnalistik. Dan yang lebih aneh lagi KPU dan KPI seakan berpangku tangan melihat fenomena ini. Satu hal yang dikhawatirkan adalah terjadinya kegaduhan sosial akibat dari kegaduhan pilitik ini.
Terakhir, nikmatilah uporia pilpres dalam hidangan pildun (piala dunia) agar urat-urat yang suda kejang lentur kembali. HIDUP NDONESIA.....HIDUP SEPAK BOLA. APA KABAR SEPAK BOLA INDONESIA...?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar